Enter Your Slogan Here: Lorem Ipsum Semblar un Simplificat Quam un Skeptic!

Senin, 28 November 2011

Let Me Introduce QA

What’s up guys? Akhirnya aku posting juga.. (halah kayak ada yang mau singgah aja di blogku ini)
Kali ini aku mau berbagi manisnya hidup dengan gulaku (ups), maksudnya manisnya hidup dengan QA. Apa toh QA itu? Sumpeh lo nggak tau??? HAHA berasa udah famous banjeeet nih .. QA itu singkatan dari Quartet Ayam. Kenapa ‘quartet’? Karna jumlah anggotanya ada 4, e-m-p-a-t , sekedar ngeja aja sih kali aja ada yang nggak terima. Kenapa ‘ayam’? Karna anggotanya terdiri atas manusia-manusia bawel (well, yeah ribut/ricuh/cerewet/kisruh/whatever lah). Gelar itu (wesyeh) diberikan oleh teman-teman sekelas, oke, sebenernya yang ngasih julukan si Rexi Pal sih, tapi semua anak jadi mengikuti jejaknya (?). Well, QA terdiri dari 4 orang (sekedar menegaskan) yaitu Dinda Larasati (a.k.a dinda, dindong) , Ridha Bella Ayanda (a.k.a ridha, ridho, dodo), Salsabila Chalisa Marandya (a.k.a slasa, salsong) , dan *ehem* SAYA, kayaknya aku nggak perlu ngenalin diri semua pasti udah tau *bukan bermaksud sombong, tapi lo kan bisa liat di profil blog ini punya siapa*. Kami terbentuk di Kasur Bersprai Ijo, Kamar Tamu,  Perum Kepuh Permai nomer *sensor*, Wedomartani, Sleman, Yogyakarta. Tanggal 16 Agustus bukan dalam rangka tirakatan mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur looh, tapi dalam rangka bikin pudding. Kok bisa? Jadi sodara-sodara sekalian, kami mendapat tugas dari atasan (ketua kelas masudnya, re: Albert KDJ) untuk berjualan di acara 17an sekolah, kebetulan kami dapat jatah bikin pudding :D
Banyak hal yang sudah kami lewati, karna hidup banyak rasa, kopi good day punya banyak rasa untuk harimu (eh). Beraneka rasa dalam hidupku sepertiku saat makan permen yang kusuka = nano-nano (astaga, dari tadi aku ngiklan ya?), semenjak ada QA. Awalnya hidupku berasa suram berada di kelas yang kata orang eksklusif *ciee* itu. Well, aku terdampar di sebuah kelas bernama Cerdas Istimewa *wedyaan*. Orang lebih akrab dengan sebutan kelas akselerasi. Tapi mengapa diberi nama seperti itu? Karena DIHARAPKAN siswa/i yang masuk dalam kelas tersebut adalah anak-anak yang cerdas dan istimewa. Wow. Itu beban berat yang harus aku emban, aku merasa tidak sebaik itu. Yaah, aku kan begini anaknya -_-
Awalnya aku merengek kepada bapak untuk keluar dari kelas itu. Aku merasa tidak ‘pantas’ berada disitu. Apalagi masih banyak anak-anak lain yang sangat mengharapkannya. Namun seperti ada bisikan Illahi Robbi aku mendapat pencerahan untuk menjalani apa yang sudah ‘digariskan’ untukku. Dan ALHAMDULILLAH, puji syukur yang tak terkira kepada Tuhan yang telah begitu baik mencurahkan rahmat dan kasih sayangnya untukku. Aku merasa enjoy aja tuh walaupun setiap hari dikejar-kejar oleh tugas dan ulangan. Ini semua juga tidak lepas dari hadirnya Quartet Ayam dalam hidupku. Mungkin inilah penguat yang Tuhan beri kepadaku. Terimakasih cintaaa, aku sayang kalian :*
            Quartet Ayam, seperti sewajarnya pertemanan yang lain pasti banyak lika-liku yang kita lewati. Mulai dari masalah pelajaran, ribut sama temen sekelas, agak ‘bermasalah’ dengan kakak kelas, stress serta depresi menghadang. Namun selama ini sih masih oke-oke aja, bisa teratasi dengan baik.
            Mau kenal QA lebih dalam?? Tunggu postingan selanjutnya.. See you :D


Jumat, 18 November 2011

Just To Remembered


Ribuan jalan telah kita lewati
Berbagai rintangan telah kita lalui
Penuh wewangian bunga maupun bertabur duri
Penuh suka maupun duka di hati

Semua bukanlah sekedar kenangan
Semua bukanlah sekedar renungan
Saat kita dalam kebersamaan
Dalam suka maupun pengorbanan

Namun, kita tlah tahu
Kita tak selamanya bersatu
Menempuh jalan hidup yang bertabur debu
Bertabur dedaunan yang tak pernah tersapu

Saat berpisah harus menyapa
Ku tak ingin kau teteskan air mata
Ku tak ingin kau berduka
Karena hati kita kan tetap bersama
Wahai, sahabatku tercinta!!

Inilah hidup
Kadang kita membuka
Suatu saat kita kan menutup

Sahabatku tercinta!!
Ku ingin kita kembali bersama
Di saat harta tak lagi berguna
Di saat cinta menjadi satu-satunya pembela


Aku tahu dan pasti selepas perpisahan ini, 
Kita pasti menangisi, 
Menangisi sebuah ikatan nan suci, 
Tatkala memori lama diungkap kembali, 
Kerna disitulah persahabatan kita bersemadi. 

Menuliskan puisi tentangmu,
Tentang persaan sayangku untukmu
Puisi ini yang mampu kuberi
Hanya kupinta satu darimu,
Kau cerialah selalu
Dan, jangan kau tinggalkan senyum dari bibirmu