Enter Your Slogan Here: Lorem Ipsum Semblar un Simplificat Quam un Skeptic!

Jumat, 17 Februari 2012

Galaunya Jadi Anak Akselerasi

Voalaaaa! (kenapa lebih terdengar seperti 'koala' ya?)
Akhirnya setelah melewati beberapa hari dengan sulit, aku bisa posting juga~

Well, beberapa hari yang lalu aku menjalani UKK (Ujian Kenaikan Kelas). Coba deh bayangin, bulan ini masih bulan Februari awal dan kamu harus dituntut untuk menyelesaikan materi kelas 10 dan naik ke kelas 11. TUHAN!
Sebenernya aku kecewa dengan sistem pendidikan di Indonesia. Kenapa? Alesannya buanyaak banget saking banyaknya aku jadi males ngetikkinnya. Well, tradisi sontek-menyontek sudah tidak bisa lagi dihilangkan dari dunia pendidikan. Hal ini bahkan dianggap lumrah dan biasa saja. You must know, karena pembiaran inilah pelajar yang melakukan perilaku menyimpang (jadi inget mapel sosiologi) akan ketagihan dan melakukan ini terus menerus karena sudah menjadi seperti 'ketagihan'.
Jujur, aku pun bukan manusia yang SUCI dari contekkan, PR maupun tugas bahkan ulangan harian masih aku lakukan dengan metode lihat teman (yeah). Tapi ujian semesteran? Kenaikan kelas? Apa ya masih pada 'tegel' mencontek? Dan ini faktanya, perilaku itu masih terjadi bahkan di kelas akselerasi. Ah sudahlah, aku malah merasa berdosa bila membahas ini semakin dalam. Aku cuma kecewa aja, orang jujur banyak dikalahkan oleh orang yang curang. (lupakan bahwa aku penah menulis ini)

Dan dengan segala keterbatasanku, alhamdulillah aku sudah melaluinya. Rasanya seperti membelah atmosfer menuju ke termosfer dan ketabrak benda langit yg sedang dihacurkan (?)
And you know what, besok aku rapotan. Yap! RAPOTAN! Giliiing.. cepet amat :3
Aku tak mau berharap terlalu banyak, bisa naik kelas dan tidak dipindah alihkan ke kelas *ehem* reguler saja saya sudah bersyukur -_-
Jujur sampai detik ini saya masih deg-deg-an men -______________-


Oh iya sesuai judul dari post aku kali ini, "Galaunya jadi anak akselerasi"
Well, everybody know lah apa resiko dan konsekuensi jadi anak aksel. Dan ini enggak akan aku bicarain disini, karna alhamdulillah kita sekelas bisa melewatin hal-hal yg seperti itu. Namun tidak ketida berita ini datang menyerang *jeng jeng jeng*  cekidot ~
Sebenernya udah dari dulu aku browsing tentang penerimaan mahasiswa jalur snmptn atau undangan. Karna kakak ku taun ini bakalan masuk kuliah, dan aku taun depan. Itung-itung bantu kakak cari informasi tentang universitas lah. Nah di dalam peraturan penerimaan mahasiswa yg baru tidak tertulis peraturan mengenai kelas akselerasi. Sekedar info aja, tau kemarin khusus anak akselerasi 100% berkesempatan memperoleh jalur undangan. Waktu itu aku pikir mungkin peraturan ini lupa ditulis ulang..
Dan desas-desus bahwa anak akselerasi akan diakumulasi dengan anak reguler semakin menyeruak ke permukaan (?). Topik itu pun mulai aku bahas dengan anak-anak kelas dan kelas akselerasi sebelah yang 'beruntung' bakal lulus besok (amin). Sungguh hal itu membuat dua kelas terkucilkan ini bimbang, galau, gundah, gulana ..
Kabar burung beranak itupun mulai menjadi nyata. Wallaaa~ anak akselerasi memang BENAR diparalel dengan anak reguler. Dan hasilnya kelas sebelah hanya 7 siswi yang berkesempatan memperoleh kesempatan jalur undangan. Bagai petir di siang bolong itu menyambar kita yang pada waktu itu lagi pelajaran Ibu Wahyu, udah siang hari bolong, jam terakhir, panas, laper, kena petir pula. Yah, seketika kelas kami kacau. Dan apa yang beliau ucapkan "& anak itu aja belum tentu keterima." Pie jal saiki rasane koe dadi awak dewe? Wis mendelep tambah mendelep. Wis kelelep soyo kelelep..

Topik itu juga yang masih hangat sampai saat ini. Bahkan teman sekelasku (termasuk aku juga sih) memiliki pikiran untuk keluar dari kelas akeselerasi itu. Tidak bisa bohong, motivasi kita mendaftar kelas itu yaa karena ada 100% jalur undangan itu. Dan ketika motivasi itu hilang? Tau lau rasanya~'
Kita merasa terdzolimi aja. Ya jelas beda lah orang yang belajar 2 taun sama yang 3 taun. Coba aja anak yang belajar renang 2 taun sama yang belajar renang 3 taun, trus diaduin tuh. Menang yang mana? | tergantung skil masing2 anak. Yah itu memang benar, tapi peluang itu sangat kecil mamen ..
Apalagi kurikulum kita berbeda dengan kelas yg lain. Meteri kita berbeda dan tentu saja kami diburu waktu. Seperti kata sahabt aku "kita kan diutamain kuantitas ketepatan waktu belajar, bukan kualitas yang diutamain" yaaah aku setuju kawan. Walaupun slogan "Melahirkan anak yang tepat waktu 2 taun belajar dangan kualitas yang baik!" . Dunia tak bisa dibohongin , jelas berbeda!
Banyak juga temen ku yang berkata "Mana penghargaan untuk anak akselerasi?" "Mana kesempatan untuk kita?"
Yah dengan hadirnya postingan ku ini. Aku berharap bertambahnya doa bagi kami, rakyat terkucilkan..





-dian-

7 komentar:

Eka Satrya mengatakan...

Contek! Bukan sontek! lu kata sepak bola disontek? ._.

Dian FM mengatakan...

suka-suka gue dong :p di XCI bahasanya sontek kok yeee :p

Eka Satrya mengatakan...

XCI? gak naik kelas ya dek? :p

Dinda Larasati mengatakan...

nggak pernah buka KBBI ya?
menyontek itu dari kata sontek dapet imbuhan "me-"
woooo..

Dian FM mengatakan...

Mas eka yg sok tau : oiyaa udah naik yaa? (njaluk digebuk) ......
tuh dengerin ayam berkicau :3
Dinda : haha udah bawa2 KBBI, ambu2ne wis berat bgt :D

Paus mengatakan...

aku juga anak aksel aish :3 ikut galau :3

Unknown mengatakan...

Aku anak aksel malah ga bisa daftar snmptn --"

Posting Komentar